Senin, 19 Maret 2012

psikologi kepribadian


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Mengingat tentang pengertian Psikologi adalah tentang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan, maka perlu adanya penyederhanaan dalam hal pemahaman kita untuk mempelajari secara spesifik makna psikologi tersebut.
Dalam kaitannya mengenai Psikologi secara lebih spesifik, kita tentu perlu mengenal tentang pribadi atau kepribadian terlebih dahulu untuk selanjutnya mempelajari lebih lanjut mengenai psikologi itu sendiri. Dalam hal tersebut pribadi atau kepribadian sangat luas kaitannya ketika meletakkannya dalam sudut pandang psikologi. Diantaranya adalah kepribadian berdasarkan teori social learning dari Martin Walter Mischel yang dibahas pada makalah ini.
1.2.Rumusan Masalah
“ Bagaimanakah kepribadian seseorang berdasarkan teori social learning dari Martin Walter Mischel”
1.3.Tujuan
Agar kita mengetahui kepribadian berdasarkan teori social learning dari Martin Walter Mischel ini, serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Teori Social Learning dari Martin Walter Mishel
Walter Mischel, seorang peneliti kepribadian lainnya, mengemukakan teori kepribadian dari sudut pandang yang sangat dinamis. Mischel (Carlson, 1993) meyakini bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh interaksinya dengan lingkungan, serta peran kognisinya dalam menentukan bagaimana seseorang mempelajari hubungan antara tingkah laku dan konsekuensinya.
Walter Mischel mengusulkan satu teori belajar sosial cognitive, satu pendekatan unit dasar studi yang bergeser dari individu ke kegiatan cognitive dan tingkah laku dalam hubungannya dengan situasi tertentu. Ia memadukan konsep-konsep dari cognitive dan Psikologi-Sosial ke konsep tingkah laku di dalam hubungannya dengan interaksi seseorang dengan situasi. Secara lebih khusus ia mengusulkan 5 kategori variabel seseorang yang membatasi bagaimana seseorang menerima dan mempersatukan perangsang di dalam lingkungan untuk membantu menerangkan tingkah laku :
1.      Kemampuan penyusunan : kecakapan menyusun (menghasilkan) cognisi dan tingkah laku tertentu. Ini berhubungan dengan : IQ, kompetisi dan kecakapan sosial, intelektual, perkembangan ego, ketrampilan dan kecakapan sosial intelektual. Ini nampak dalam perbedaan belajar yang mula-mula yang mempengaruhi kecakapan penerimaan seorang individu untuk melaksanakan respon yang diperlukan.
2.      Menyusun strategi dan membentuk pribadi : Ini merupakan bagian untuk mengkategorisasikan kejadian-kejadian serta untuk pernyatan diri. Ini melibatkan jangkauan proses informasi dan menekankan pentingnya transformasi cognitive pada stimulus, seperti misalnya perhatian yang selektif, interpretasi dan kategorisasi.
3.      Harapan hasil tingkah laku dan hasil stimulus di dalam situasi tertentu. Harapan seseorang yang bertingkah laku x kepada hasil y adalah inti pokok teori Mischel.
4.      Nilai stimulus yang subyektif : Motivasi dan timbulnya stimulus, insentif dan keengganan. Hal ini mempengaruhi tingkah laku melalui nilai yang diterima dari hasil respon yang tidak menentu.
5.      Sistem pengaturan diri dan perencanaan : Aturan-aturan dan kegiatan-kegiatan untuk kepentingan penampilan dan organisasi urutan tingkah laku yang kompleks. Sistem pengaturan diri ini didasarkan pada tujuan akhir, mengadakan urutan atas hal-hal yang disenangi, konsekuensi dari kemampuan dan kegagalan dalam mencapai tujuan, akan mempengaruhi keputusan seseorang.
Mischell menganut paham yang sangat radikal. Ia meyakini bahwa kepribadian manusia yang stabil (personality trait) tidak pernah ada, kalaupun ada, tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan (Carlson, 1993). Manusia selalu menyesuaikan sikapnya dengan situasi lingkungannya saat itu. Contohnya saat berada pada sebuah pesta, orang-orang yang mengikutinya akan menjadi lebih ekstrovert, sedangkan saat berada pada pemakaman, mereka akan menjaga keheningan suasananya. Pendapat ini disangkal oleh Epstein (Carlson, 1993) yang berargumen bahwa orang introvert pastilah menghindari perkumpulan sosial seperti pesta. Karena itu yang ditemukan di pesta kebanyakan adalah orang-orang yang ekstrovert. Opini mereka menunjukkan betapa lingkungan memiliki pengaruh terhadap kepribadian.
Mischel menunjukkan bahwa kajian studi setelah gagal untuk mendukung dasar asumsi tradisional teori kepribadian, bahwa perilaku individu yang berkaitan dengan suatu sifat (misalnya kesadaran, sosialisasi) adalah sangat konsisten di berbagai situasi. Sebaliknya, Mischel's analisis mengungkapkan bahwa perilaku individu, ketika dekat diperiksa, sangat bergantung pada isyarat situasional, bukan dinyatakan secara konsisten di seluruh berbagai situasi yang berbeda dalam makna.
Mischel membuat kasus bahwa bidang psikologi kepribadian sedang mencari konsistensi di tempat yang salah. Alih-alih memperlakukan situasi sebagai kebisingan atau "kesalahan pengukuran" dalam psikologi kepribadian, pekerjaan Mischel diusulkan bahwa dengan termasuk situasi seperti yang dirasakan oleh orang dan dengan menganalisis perilaku dalam konteks situasional, konsistensi yang menjadi ciri individu akan ditemukan . Dia berargumen bahwa perbedaan-perbedaan individual ini tidak akan konsisten dinyatakan dalam perilaku situasional lintas, tetapi sebaliknya, ia menyarankan bahwa konsistensi akan ditemukan di berbeda tapi pola stabil jika-maka, situasi-perilaku dalam konteks hubungan yang terbentuk, secara psikologis bermakna "kepribadian tanda tangan "(misalnya," ia melakukan A ketika X, tetapi B ketika Y ").
Mischel mengakui bahwa kategori tersebut terbuka untuk ditambah dan diperbaiki. Setiap faktor akan berinteraksi dengan situasi untuk mempengaruhi tingkah laku. Meskipun tidak ada data empirik yang mendukung pandangan teori belajar sosial cognitive dalam interaksi seseorang dan situasi, Mischel menggambarkan beberapa implikasi yang menarik dan beralasan yang memiliki relevansi bagi murid dalam membuat keputusan di sekolah. Berdasarkan pada anggapannya bahwa lingkungan psikologi mempengaruhi tingkah laku. Akhirnya Michel menekankan perlunya studi tentang tingkah laku sebagai interaksi individu dengan keadaan di dalam lingkungan.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari pembahasan makalah di atas mengenai Teori Social Learning dari Marti Walter Mischel ini yaitu ada 5 kategori variabel seseorang yang membatasi bagaimana seseorang menerima dan mempersatukan perangsang di dalam lingkungan untuk membantu menerangkan tingkah laku, yaitu:
1.      Kemampuan penyusunan
2.      Menyusun strategi dan membentuk pribadi
3.      Harapan hasil tingkah laku dan hasil stimulus di dalam situasi tertentu.
4.      Nilai stimulus yang subyektif
5.      Sistem pengaturan diri dan perencanaan
3.2. Saran
Semoga materi pada makalah ini dapat berguna sebagai tambahan materi pembelajaran bagi kita semua, meskipun pada makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.





DAFTAR PUSTAKA
Yuna. 2009. HUBUNGAN APLIKASI PSIKOLOGI SOSIAL DALAM SITUASI BELAJAR MENGAJAR di KELAS XII SOSIAL 1. http://lembarkeling.blog.com. 06 November 2009.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar