Senin, 18 Maret 2013

rancangan penelitian kualitatif dan kuantitatif


BAB II
PEMBAHASAN
RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
2.1.  Pengertian Rancangan Penelitian
Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata “design” yang berarti perencanaan atau rancangan. Ia juga bisa diartikan dengan persiapan. Dalam paradigma penelitian, desain dapat diistilahkan sebagai semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja.
Pada dasarnya desain hanya berfungsi sebagai fasilitas bagi tujuan penelitian dan bersifat prosedural. Oleh karena itu, ia ditentukan oleh masalah penelitian, dan bukan sebaliknya. Karena tujuan penelitian bervariasi, maka desain penelitian yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut juga bervariasi.
Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Secara umum, Rancangan Penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam satu kesatuan naskah secara ringkas, jelas dan utuh. Rancangan penelitian dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat dijalankan dengan baik , benar dan lancar.
2.2.  Rancangan Penelitian Kualitatif
Pada penelitian kualitatif, bentuk desain penelitian dimungkinkan bervariasikarena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyaisifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan prinsip alami yaitu pehenomena apa adanya sesuai dengan yang dijumpai oleh seorang peneliti dalam proses penelitian dilapangan.
Penelitian kualitatif dapat dipandang juga sebagai penelitian partisipatif yangdesain penelitiannya memiliki sifat fleksibel atau dimungkinkan untuk diubah gunamenyesuaikan dari rencana yang telah dibuat, dengan gejala yang ada pada tempat penelitian yang sebenarnya. Oleh karena seorang peneliti belum mengetahui tentangresponden dan apa yang akan ditanyakan kepada mereka, maka merekadiperbolehkan melakukan perubahan. Sedangkan posisi perencanaan sebelum penelititerjun dilapangan adalah untuk meyakinkan bahwa mereka mengetahuai kegiatanminimal apa yang perlu dilakukan di lapangan.
Berdasarkan desain penelitian yang disusun, penelitian kualitatif dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.      Desain penelitian kualitatif non standar
Desain penelitian dalam paradigma positivistik kuantitatif bersifat terstandar, artinya ada aturan yang sama yang harus dipenuhi oleh peneliti untuk mengadakan penelitian dalam bidang apapun juga. Pelaksanaan penelitian dimulai dari adanya masalah, membatasi obyek penelitian, mencari teori dan hasil penelitian yang relevan, mendesain metode penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, ada yang menambah dengan implikasi, saran dan atau rekomendasi. Sebelum data diolah, perlu diuji terlebih dulu validitas dan reliabilitasnya, baik dari segi konstrak teori, isi maupun empiriknya.
Sistematika penulisan sudah terstandar, yaitu:
a.       Bab I. Pendahuluan (latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan/batasan masalah, dst.).
b.      Bab II. Kajian teori atau kajian pustaka (kajian teori yang sesuai dengan masalah yang diteliti, hasil penelitian yang relevan, kerangka pikir, hipotesis/pertanyaan penelitian).
c.       Bab III. Metode penelitian (Desain, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, instrumen dan teknik analisis data).
d.      Bab IV. Hasil penelitian.
e.       Bab V. Kesimpulan (ada yang menambah, implikasi, keterbatasan penelitian dan saran).
Desain penelitian kualitatif non standar sebetulnya menggunakan standar seperti kuantitatif tetapi bersifat flesibel (tidak kaku). Dengan kata lain model ini merupakan modifikasi dari model penelitian paradigma positivistik kuantitatif dengan menyederhanakan sistematika ataupun menyatukan bebarapa bagian dalam bab yang sama, misalnya memasukkan metode penelitian dalam bab I . Desain penelitian kualitatif non standar ini digunakan untuk penelitian kualitatif dalam paradigma positivistik dan penelitian kualitatif dalam paradigma bahasa.
2.      Desain penelitian kualitatif tentative
Model ini sama sekali berbeda dari model-model di atas. Desain penelitian terstandar dan non standar disusun sebelum peneliti terjun ke lapangan dan dijadikan sebagai acuan dalam mengadakan penelitian, sedangkan desain penelitian tentatif disusun sebelum ke lapangan juga tetapi setelah peneliti memasuki lapangan penelitian, desain penelitian dapat berubah-ubah untuk menyesuaikan dengan kondisi realitas lapangan yang dihadapi. Acuan pelaksanaan penelitian tidak sepenuhnya tergantung pada desain yang telah disusun sebelumnya, tetapi lebih memperhatikan kondisi realitas yang dihadapi.
Dalam desain penelitian terstandar maupun non standar dapat dibakukan dengan istilah-istilah: masalah, kerangka teori, metode penelitian, analisis dan kesimpulan dan lainnya. Model tentatif menggunakan dasar sistematika yang berbeda. Sistematika model ini unit-unitnya atau bab-babnya disesuaikan dengan sistematika substantif obyeknya.
2.3.  Rancangan Penelitian Kuantitatif
Pada dasarnya perbedaan antara desain penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah pada keleluasaan peneliti dalam menjalankan rancangan penelitiannya, jika pada penelitian kualitatif peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan langkah dalam proses penelitiannya(tak terikat oleh rencana awal) maka pada penelitian kuantitatif yang terjadi adalahsebaliknya, peneliti harus mengikuti seluruh rancangan yang sejak awal telah dibuat.
Penelitian kuantitatif juga pada umumnya ingin mencari tahu hubungan 2 variabel atau lebih yang telah dijelaskan terlebih dahulu hakikatnya menurut teori yang dijadikan landasan, sedangkan penelitian kualitatif lebih kepada mencari penjelasan atas suatu hal yang belum dijelaskan secara eksplisit dalam teori manapun, sehingga peneliti tak menjadikanteori manapun sebagai landasan baku penelitiannya.Selain pada hal-hal tersebut pada dasarnya Desain penelitian kualitatif dan kuantitaif cenderung sama dalam hal strukturnya, namun secara teknis pelaksanaan terdapat beberapa perbedaan terutama dalam hal metode penelitiannya.
Dua hal yang biasa dilakukan peneliti yang menyusun desain penelitian kuantitatif yang di dasarkan pada positivism. Dua hal tersebut adalah :
1.      Prosedur baku penelitian kuantitatif
a.       Langkah pertama : Muncul dan tumbuhnya minat peneliti terhadap masalah. Dalam langkah ini peneliti tertarik dan termotivasi untuk mempelajari dan meneliti masalah tertentu. Pada awalnya masalah itu mungkin masih bersifat umum serta masih campur-aduk. Pada langkah ini peneliti biasanya melakukan dua hal yaitu menetapkan audiens dan menelusuri kepustakaan yang relevan.
b.      Langkah kedua : perumusan masalah. Masalah yang masih berupa masalah utama kemudian diuraikan dan dirinci kedalam sejumlah submasalah. Masalah dan sub masalah itu acapkali menghasilkan hipotesis utama yang lebih lanjut dijabarkan ke dalam sub-sub hipotesis.
c.       Langkah ketiga : memilih metode penelitian. Peneliti harus dapat memilih dan menentukan metode mana yang tepat sehingga sesuai dengan masalah yang akan dipecahkannya. Metode yang digunakan ini harus sah (valid).
d.      Langkah keempat : menentukan populasi dan menetapkan sampel. Sebelum melakukan penelitian dilapangan peneliti harus menentukan populasi dan sampel representatif mana yang terpilih dan dipergunakan dalam penelitiannya.
e.       Langkah kelima : mengembangkan instrumen penelitian. Setelah mengetahui tujuan, masalah, populasi, dan sampel penelitian yang tepat, peneliti siap untuk mengembangkan instrumen penelitian yang memilki validitas konstruk.
f.       Langkah keenam : memasuki lapangan penelitian. Apabila ujicoba, evaluasi, dan penyempurnaan instrumen telah memuaskan maka peneliti kemudian terjun ke lapangan penelitian dan mulai menghimpun data yang diperlukan.
g.      Langkah terakhir : menyusun laporan. Penyusunan laporan biasanya mengikuti format baku yang sangat lazim untuk penelitian kuantitatif. Dalam tahapan ini peneliti perlu meninjau ulang seluruh proses dan temuan penelitian.
2.      Teknik untuk Mengurangi Kesalahan
Mendesain penelitian kuantitatif penting untuk mempertimbangkan siapakah yang akan dinilai (subjek), dengan apa mereka akan dinilai (instrumen), bagaimana cara mereka akan dinilai (prosedur untuk penghimpunan data). Beberapa teknik untuk mengurangi kesalahan (error) dalam penelitian kuantitatif yaitu :
a.       Randomisasi subjek diperlukan baik dalam pemilihan subyek dari suatu populasi yang lebih besar, atau dalam menentukan subyek-subyek untuk kelompok-kelompok investigasi pengaruh sebuah variable atas lainnya.
b.      Mempertahankan kondisi-kondisi konstan, membangun kondisi-kondisi kedalam desain sebagai variabel-variabel indepenen, dan membuat penyesuaian statistik. Perlu mendapat tekanan kuat, bahwa dalam kajian kuantitatif, kontrol terhadap variabel asing (extraneous variables) merupakan sesuatu yang esensial. Peneliti harus terus menerus memeriksa faktor-faktor (variabel-variabel asing) yang dapat mempengaruhi hasil atau kondisi kajian. Oleh sebab itu, segala variabel asing harus diasingkan.



BAB III
PENUTUP
3.1.  Kesimpulan
Desain pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan matang tentang hal-hal yang akan dilakukan. Ia merupakan landasan berpijak, serta dapat pula dijadikan dasar penilaian, baik oleh peneliti itu sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan penelitian.
Desain sangat penting untuk mendapatkan perhatian dari peneliti karena ia menentukan bagaimana data harus dianalisis serta bagaimana hasilnya diinterpretasikan. Bagi suatu penelitian (baik kualitatif dan kuantitatif), desain penelitian sangatlah penting karena desain memuat strategi, cara, atau langkah-langkah yang akan ditempuh oleh peneliti dalam menjelajahi “medan penelitian”nya.
3.2.  Saran
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk menjadi bahan tambahan pada mata kuliah metodologi penelitian serta dapat menjadi petunjuk dalam melakukann penelitian nantinya.










DAFTAR PUSTAKA
Elish. 2012. Rancangan Penelitian. http://elishhaumahu.blogspot.com. Selasa, 29 Mei 2012.
Siti Nurhidayatul. 2012. Desain Peneitian Kualitatif dan Kuantitatif. http://www.sitinurhidayatul.com. Senin, 25 Juni 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar